Partisipasi Masyarakat

1 .  Partisipasi  dalam  PEMILU  dan PILKADA

Penyelenggaraan  Pemilu  pada  era  pasca reformasi khususnya Pemilihan Umum Presiden / Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2009  serta Pilihan Kepala Daerah ( Walikota / Wakil Walikota ) tahun 2010 dapat terlihat partisipasi masyarakat yaitu :

PEMILU JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR JUMLAH YANG MENGGUNAKAN HAK PILIH PROSENTASE         ( % )
LEGISLATIF 10.189 6.638 65,18
PILPRES 10.189 8.095 79,45
PILWAKOT 10.770 6.199 57,56

Sumber   :  Dokumen  Pemilu  Kel. Palebon

Analisis / Keterangan :

Penyelenggaraan  Pemilu dan Pilkada dapat berlangsung dengan aman, lancar   tidak ada gejolak / konflik sama sekali, masyarakat  dalam  menggunakan  hak  pilihnya  terlihat ada  peningkatan kesadaran / kepedulian dari waktu ke waktu untuk ikut berperanserta menentukan perjalanan ke depan bangsa, negara dan daerahnya dengan ikut aktif dalam proses Pemilu, termasuk menjadi Panitia Penyelenggara  ataupun ikut menyumbang  swadaya lingkungan pendukung Pemilu  karena  keterbatasan anggaran  dari Pemerintah .Pemilih terdaftar yang tidak hadir ( memilih  di tempat ) ternyata  menggunakan  hak  pilihnya  di  tempat  lain dan  tidak ada  gerakan Golput di wilayah ataupun gerakan yang mengganggu pelaksanaan Pemilu .

2 .   Musyawarah  Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang )

Keterlibatan  anggota / tokoh  masyarakat  dan  organisasi / lembaga  sosial  kemasyarakatan  dalam  pelaksanaan  Musyawarah  Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang )  sangat  baik  hal  ini  terlihat  dari  presensi  kehadiran  setiap  pembahasan  pembangunan , lebih- lebih  apabila  menyangkut  lingkungan  yang  notabene  demi  peningkatan  kualitas / fasilitas  kenyamanan  hidup  sekitar  tempat  tinggalnya .

PESERTA MUSYAWARAH TAHUN 2009 TAHUN 2010
LAKI – LAKI 75 orang 95 Orang
PEREMPUAN 15  Orang 15  Orang

Sumber : Daftar Hadir Musyawarah Kel. Palebon

Analisis / Keterangan :

~  Ada  peningkatan  kehadiran  peserta  Musrenbang  sebesar   22,2  %     yang tersebar  di  musyawarah tingkat RW – RW  dan  tingkat kelurahan

.~  Peserta perempuan juga ada peningkatan seiring dengan upaya untuk lebih memberdayakan perempuan dalam setiap kegiatan termasuk perencanaan pembangunan di lingkungannya .

3.   Swadaya  untuk  Pembiayaan  Pembangunan

Hal  yang  menyebabkan masyarakat  makin meningkat  kesadarannya  untuk  ikut  berpartisipasi  dalam  pembangunan  adalah  pola  stimulan  kontingensi  yang  menjadi  program  Walikota  Semarang  mulai  tahun  2000  yaitu  tantangan  biaya  fifty – fifty  dalam  upaya  pemerataan  dan  mempercepat  pembangunan / perbaikan  lingkungan  se  wilayah  Kota  Semarang .

Dari  rekapitulasi  kegiatan Pembangunan se Kelurahan Palebon jumlah  swadaya  pendukung  untuk  pembangunan  tercatat  sebagai berikut :

TAHUN JUMLAH PROYEK SWADAYA PENDAMPING       ( Rp ) BANTUAN PEMKOT

( Rp. )

TOTAL  DANA

( Rp )

2009 12 16.000.000,- 142.000.000,- 158.000.000,-
2010 13 236.500.000,- 184.758.500,- 421.258.500,-

Sumber : Register Pembangunan Kel. Palebon

Analisis / Keterangan :

Terlihat jumlah Swadaya pendamping meningkat  seiring bertambahnya Bantuan Pemerintah Kota Semarang  yaitu  dari  10,12  % dari Nilai Total menjadi  56,14 %  ( naik  46,2 %).   Angka  tersebut  belum  termasuk  Pembangunan  dengan Swadaya Murni Masyarakat  yaitu  pembangunan  lingkungan  yang  tanpa  ada  bantuan / stimulan  dari  Pemerintah yang  nyata-nyata  jelas  merupakan  usulan / prakarsa  warga masyarakat  setempat  sendiri , hal  ini  menunjukkan  bahwa  warga  masyarakat  semakin  peduli  dan  proaktif  ikut  berkiprah  menjadi  pelaku  pembangunan  di  lingkungannya .

Swadaya  Murni  Masyarakat   terdata   sebagai  berikut  :

~  Swadaya  Murni  tahun  2009  = Rp.   1.289.680.000 ,00                 (  15 proyek )

~  Swadaya    Murni  tahun  2010   =  Rp.    3.262.760.000 ,00               (  47  proyek )

4 .  Pelunasan  Pajak  Bumi  dan  Bangunan  ( PBB )

Kesadaran  masyarakat  dalam  pembayaran  Pajak Bumi dan Bangunan  ( PBB )  cukup  baik  dimana  realisasi  penerimaan  PBB  dari tahun ke tahun  mengalami  peningkatan  secara  signifikan  sebagai  berikut :

TAHUN

T A R G E T

Rp

JUMLAH

OBYEK PBB

REALISASI

Rp

%

2009 1.369.437.090,- 4.143 1.138.883.683,- 83,16
2010 1.355.115.527,- 4.223 1.138.766.096 84,03

Sumber : Rekap Laporan PBB Kel. Palebon

Kendala  yang  mengakibatkan  dalam  penerimaan  PBB  sulit mencapai  100 %  antara lain :

-       Kurang pedulinya sebagian wajib pajak / pengusaha yang jatuh pailit untuk membeyar PBB ( terutama pajak di atas Rp. 2.000.000,- )

-       Kekeliruan  data  dalam  penetapan  SPPT  seperti  dobel , obyek  tidak  jelas , luas  tanah / bangunan  salah , keliru  NJOP , dsb . dimana  warga  sudah  mengurus  ke  KP  PBB  namun  tahun  berikutya  masih  keliru  lagi .

KEBERHASILAN BIDANG PARTISIPASI MASYARAKAT :

1.   Realisasi Pembayaran PBB Kurun waktu 4 tahun, mulai tahun 2007 s/d tahun 2010  masuk  urutan tertinggi dari 12 Kelurahan se Kecamatan Pedurungan

2.   Swadaya murni masyarakat terkait dengan pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Palebon  cukup tinggi.

- tahun  2009  mencapai 1,5  milyar.

- tahun  2010  mencapi   2,3  milyar

This entry was posted in Pemberdayaan Masyarakat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply